Selasa, 29 September 2026

TUHAN, KUATKAN AKU DAN JAGALAH RUMAH KAMI


2 Korintus 12:9

“Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna.”

Shalom dan selamat pagi, Saudaraku.

Ada hari-hari ketika kita merasa tidak mampu lagi bertahan. Beban terasa begitu berat. Air mata jatuh tanpa bisa ditahan. Kita ingin berhenti, karena tenaga kita seperti sudah habis.

Mungkin pagi ini ada yang sedang berkata dalam hati,
“Tuhan, aku kuat sampai di sini saja. Aku sudah tidak sanggup.”

Tetapi hari ini Tuhan mengingatkan kita: kekuatan kita tidak harus berasal dari diri kita sendiri.

Firman Tuhan berkata dalam Yesaya 41:10,
“Janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau... Aku akan meneguhkan, bahkan akan menolong engkau.”

Saudaraku, ketika langkahmu mulai melemah, Tuhan tidak melepaskan tanganmu.
Ketika engkau jatuh, Dia sanggup mengangkatmu.
Ketika air mata mengalir, Dia tetap dekat.

Paulus berkata dalam 2 Korintus 12:10, “Sebab jika aku lemah, maka aku kuat.”

Artinya, kita tidak perlu berpura-pura kuat di hadapan Tuhan. Datanglah apa adanya. Katakan, “Tuhan, aku lemah. Tolong aku.”

Dan bukan hanya kita pribadi yang membutuhkan kekuatan Tuhan. Keluarga kita juga membutuhkan Tuhan.

Mungkin di dalam rumah ada tawa, tetapi ada juga air mata. Ada sukacita, tetapi ada pergumulan. Ada saat kita saling memahami, tetapi ada juga saat kita terluka.

Karena itu mari kita serahkan rumah kita kepada Tuhan.

Yosua 24:15 berkata,
“Tetapi aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada TUHAN!”

Tuhan, jagalah rumah kami. Ajarlah kami saling mengasihi, saling mengampuni, dan tidak berjalan dengan kekuatan sendiri.

Rumah ini milik-Mu. Keluarga ini ada dalam tangan-Mu.

Saat badai datang, tetaplah bersama kami. Saat hati lelah, kuatkan kami. Dan dalam setiap langkah, biarlah kami selalu mengandalkan-Mu.

Bukan kuatku, bukan hebatku, tetapi kekuatan-Mu yang menyempurnakan hidupku.

Amin.