Selasa, 08 September 2026

MAZMUR 123 — MATA TERTUJU KEPADA TUHAN


Mazmur 123 adalah nyanyian ziarah yang mengajarkan kepada kita satu sikap penting dalam kehidupan: tetap memandang kepada Tuhan, sekalipun keadaan belum berubah.

Pemazmur berkata dalam ayat 1, “Kepada-Mu aku melayangkan mataku, ya Engkau yang bersemayam di sorga.” Perhatikan, mata pemazmur tidak pertama-tama tertuju kepada masalah, manusia, atau keadaan. Matanya diarahkan kepada Tuhan yang bersemayam di sorga.

Kemudian ayat 2 memberikan gambaran tentang seorang hamba yang matanya tertuju kepada tangan tuannya, dan seorang perempuan yang memandang kepada tangan nyonyanya. Seorang hamba menunggu perintah, pertolongan, dan kemurahan dari tuannya. Demikian juga kita: hidup kita bergantung kepada Tuhan.

Sering kali kita ingin Tuhan segera menjawab doa kita. Kita ingin masalah cepat selesai, pintu segera terbuka, keadaan segera berubah. Tetapi Mazmur 123 mengajarkan bahwa sebelum meminta perubahan keadaan, kita perlu mengarahkan kembali pandangan kita kepada Tuhan.

Ayat 3-4 menunjukkan bahwa pemazmur sedang mengalami penghinaan, ejekan, dan tekanan dari orang-orang yang hidup dalam kesombongan. Namun di tengah keadaan tersebut, ia tidak membalas dengan kepahitan. Ia datang kepada Tuhan dan berkata, “Kasihanilah kami, ya TUHAN.”

Inilah iman yang dewasa: bukan berarti kita tidak memiliki masalah, tetapi kita tahu kepada siapa kita membawa masalah itu.

Mungkin hari ini kita sedang menghadapi tekanan keluarga, pekerjaan, pelayanan, keuangan, atau pergumulan pribadi. Jangan biarkan masalah membuat mata kita hanya tertuju kepada keadaan. Angkat mata kita kepada Tuhan!

Sebab ketika mata kita tertuju kepada Tuhan, hati kita mendapatkan kekuatan. Kita belajar menunggu waktu-Nya, percaya kepada pertolongan-Nya, dan tetap berharap pada kemurahan-Nya.

Mari berkata dalam hati: “Tuhan, aku tidak tahu bagaimana semuanya akan selesai, tetapi mataku tetap tertuju kepada-Mu.”

Karena pertolongan kita bukan berasal dari keadaan, melainkan dari Tuhan yang bersemayam di sorga.