SHALOM DAN SELAMAT PAGI SAUDARAKU.
Ada satu hal yang sangat menyentuh dalam Mazmur 132: Tuhan tidak melupakan kerinduan hati Daud.
Daud bukan hanya raja. Ia adalah seseorang yang memiliki kerinduan besar kepada Tuhan. Ia berkata, “Sesungguhnya aku tidak akan masuk ke dalam kemah kediamanku… sampai aku mendapat tempat untuk Tuhan.”
Daud sedang berkata: “Tuhan, aku tidak mau hidup hanya untuk diriku sendiri. Aku ingin hidupku menjadi tempat bagi-Mu.”
Saudara, mungkin hari ini kita juga sedang membawa banyak kerinduan.
Ada yang rindu keluarganya dipulihkan.
Ada yang sedang menunggu jawaban doa.
Ada yang berjuang dalam pekerjaan dan ekonomi.
Ada yang tubuhnya sedang lemah dan membutuhkan kesembuhan.
Ada juga yang diam-diam berkata, “Tuhan, kapan Engkau menolong aku?”
Mazmur 132 mengingatkan kita: Tuhan melihat hati yang sungguh-sungguh mencari Dia.
Ayat 13 berkata, “Sebab TUHAN telah memilih Sion, mengingininya menjadi tempat kedudukan-Nya.”
Perhatikan: Tuhan memilih, Tuhan mengingini, Tuhan menetapkan.
Artinya, ketika Tuhan menjadi pusat hidup kita, hidup kita tidak berjalan tanpa arah.
Mungkin hari ini jawaban belum datang.
Mungkin pintu belum terbuka.
Mungkin keadaan belum berubah.
Tetapi jangan berhenti percaya.
Karena Tuhan berkata dalam ayat 15, “Bekalnya akan Kuberkati dengan limpahnya, orang-orangnya yang miskin akan Kukenyangkan dengan roti.”
Saudaraku, Tuhan bukan hanya melihat kebutuhan kita; Tuhan juga melihat hati kita.
Jangan hanya mencari tangan Tuhan—carilah wajah Tuhan.
Jangan hanya mencintai berkat-Nya—cintailah Pribadi-Nya.
Dan ketika Tuhan menjadi rumah bagi hati kita, kita boleh berkata:
“Tuhan, sekalipun aku belum melihat jawabannya, aku tetap percaya. Sekalipun jalannya panjang, aku tetap berjalan. Karena yang paling aku butuhkan bukan sekadar pertolongan-Mu—tetapi Engkau sendiri.”
Tuhan tidak pernah melupakan orang yang sungguh-sungguh mencari Dia. Amin.