Amsal 3:5–6
“Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu.”
Shalom dan selamat pagi, Saudaraku.
Ada banyak jalan di depan kita. Ada banyak pilihan yang harus kita ambil. Tentang pekerjaan, keluarga, pelayanan, masa depan, bahkan keputusan-keputusan kecil yang mungkin menentukan langkah kita berikutnya.
Tetapi jujur, tidak selalu kita tahu jalan mana yang benar.
Kadang kita bertanya, “Tuhan, aku harus ke mana? Aku harus memilih yang mana? Bagaimana kalau aku salah melangkah?”
Pagi ini Tuhan mengingatkan kita: kita tidak harus mengetahui seluruh jalan, karena kita memiliki Tuhan yang mengetahui seluruh jalan.
Firman Tuhan berkata dalam Mazmur 32:8,
“Aku hendak mengajar dan menunjukkan kepadamu jalan yang harus kautempuh; Aku hendak memberi nasihat, mata-Ku tertuju kepadamu.”
Saudaraku, mungkin hari ini kita belum melihat jawabannya. Mungkin masa depan masih terlihat samar. Tetapi jangan takut.
Kalau Tuhan yang memimpin, kita tidak perlu takut dengan apa yang belum kita lihat.
Kita hanya perlu percaya dan berserah.
Ketika kita tidak tahu harus ke mana, berkata:
“Tuhan, tuntunlah langkahku.”
Ketika kita takut mengambil keputusan, berkata:
“Tuhan, berikan aku hikmat.”
Ketika jalan terasa gelap, berkata:
“Tuhan, pegang erat tanganku.”
Dan ketika pagi datang dengan banyak pekerjaan, banyak tugas, dan banyak tanggung jawab, jangan berlari sendirian mengejar waktu.
Berjalanlah bersama Tuhan.
Mungkin kita tidak tahu apa yang akan terjadi hari ini. Tetapi kita tahu siapa yang memegang hari ini.
Selangkah demi selangkah, Tuhan tuntun hidupku.
Ke mana pun Engkau membawaku, aku tetap percaya.
Karena aku tidak harus tahu semuanya.
Aku hanya perlu percaya bahwa Tuhan tahu jalannya.
Amin.